REGULASI VESPARACE 2018

PERATURAN UMUM PELENGKAP PERLOMBAAN

 

  1. JUDUL/NAMA PERLOMBAAN  VESPA RACE 2018

 

  1. WAKTU DAN TEMPAT

Hari      : Sabtu – Minggu

Tanggal           : 1-2 Desember 2018

Tempat            : Sentul Karting, Bogor

 

  1. I J I N/REKOMENDASI

Ijin IMI-JABAR dan Instansi terkait.

 

  1. PENYELENGGARA

      Perlombaan ini diselenggarakan oleh JMM Motor Sport dipandu Pengprov IMI-Jawa Barat.

 

  1. SEKRETARIAT PANITIA

Alamat                                     :

 

Telephone                               :

 

  1. JALUR BALAP

Panjang                                   :   1200 m

Lebar                                       :   8 meter

JalurPerlombaan                     :   Searah jarum jam

 

  1. SUSUNAN PANITIA

7.1.     PanitiaPenyelenggara (OC)

Ketua Umum                           :   Dimas Susatyo

Sekretaris                                 :   Willy

Bendahara                               :

Pendaftaran                             :   Mulyadi / Karbiet KSR

Ketua Bidang Konsumsi        : Guntur Leo

Ketua Bidang balap                : Dikdik

Ketua Bidang regulasi             :   Anwar Rizza

Ketua Bidang Perlengkapan    :

Track                                       :   Sentul Karting

Keamanan                               :   POLRES Bogor

 

 

8.REGULASI

 

8.1. PENDAHULUAN.
Peraturan-Peraturan balap scooter khusus scooter jenis Vespa berikut ini, merupakan lampiran dan/atau tambahan/ pelengkap dari Peraturan Dasar Olahraga balap vespa. Berikut Lampiran-lampiran lain yang terkait, guna mengatur dan menjadi panduan bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan balap sepeda motor khusus scooter jenis Vespa.

 8.2. PRINSIP DASAR.
Peraturan-peraturan Perlombaan beserta Peraturan-peraturan lain, termasuk Peraturan Dasar Olahraga Nasional dan Lampiran-lampirannya yang terkait, mohon agar dapat diikuti oleh semua pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan balap scooter jenis Vespa, baik Panitia Penyelenggara, Panitia Pelaksana maupun Peserta

 8.3. KELAS-KELAS UTAMA BALAP MOTOR KHUSUS VESPA / PIAGGIO.
Kelas-kelas Utama yang dilombakan untuk Kejuaraan Balap Motor khusus kendaraan jenis scooter Vespa, di Indonesia adalah :

Kelas Utama

  1. Standar 2T Pemula
  2. Tune Up 2T Pemula
  3. Standar 2T Open
  4. Tune Up 2T Open
  5. FFA 2T Open
  6. Tune Up 4T 160cc Open
  7. Tune Up 4T 220cc Open
  8. Small Frame Tune Up 125cc Open
  9. Small Frame FFA Open
  10. SUPER FFA 2T & 4T Open

Kelas Supporting Race

  1. Standar 2T Non Pembalap
  2. Standar 4T 155cc Non Pembalap
  3. Master 40+

Adapun kelas-kelas lainnya – yang tidak tercantum dalam pembahasan dibawah ini – mengikuti peraturan tambahan yang ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara.

 8.4. SPESIFIKASI REGULASI BODY DAN MESIN.
Spesifikasi teknik untuk masing-masing kelas dalam balap kendaraan roda dua khusus scooter Vespa, harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan dibawah ini (merupakan pengembangan serta penyempurnaan dari regulasi balap Vespa dari tahun 2011 sampai saat ini) :

CATATAN :

Untuk regulasi lainnya yang tidak tercantum dalam buku panduan ini, tetap mengacu pada buku panduan dari IMI, dan juri pada saat perlombaan.

 

 

Screen Shot 2018-11-03 at 6.45.06 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 6.45.21 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 6.45.32 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 6.45.41 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 6.45.51 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 8.20.54 AM

 

Screen Shot 2018-11-03 at 6.46.06 AM

 

Screen Shot 2018-11-03 at 6.52.52 AM

 

 

Screen Shot 2018-11-03 at 8.22.28 AMScreen Shot 2018-11-03 at 7.08.23 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 7.10.31 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 7.12.01 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 7.15.59 AM

Screen Shot 2018-11-03 at 7.17.02 AM

 

Screen Shot 2018-11-03 at 7.18.04 AM

 

  1. PEMERIKSAAN TEKNIK (SCRUTINEERING) untuk Pembalap dan kendaraan.
    Pemeriksaan yang dilakukan sebelum acara latihan

Dilakukan terhadap bagian luar sepeda motor dan pembalap (perlengkapan yang akan dikenakan oleh Pembalap).
Pemeriksaan sepeda motor meliputi :

 

 

  1. Hal-hal yang menyangkut faktor pengamanan/keselamatan (safety) pada sepeda motor yang menurut Panitia Penyelenggara dianggap dapat membahayakan peserta atau penonton, wajib diperiksa sebelum balapan berlangsung, dan wajib untuk dipatuhi oleh semua pembalap, meliputi :

 

  • Pakaian Balap (disarankan menggunakan pakaian balap standart FIA – masalah safety)

wajib menggunakan pakaian khusus balap motor berbahan dasar kulit, dengan ketebalan se kurang kurang nya 1,2mm, memiliki pelindung minimal pada bagian bahu, siku, tangan bagian bawah, punggung, pantat, dengkul, kaki bagian samping luar, yang sesuai dengan standart minimal balap sepeda motor nasional.

 

  • Sepatu Balap

Menggunakan sepatu yang menutupi sampai batas betis dan terbuat dari bahan yang tidak mudah sobek serta memiliki pengaman pada bagian jari kaki, samping luar sepatu dan bagian tumit, yang sesuai dengan standart minimal balap sepeda motor nasional.

 

  • Sarung tangan khusus balap,

Menggunakan sarung tangan yang menutupi 1/3 lengan, terbuat dari bahan yang tidak mudah sobek, menutupi seluruh jari, memiliki pelindung tambahan pada bagian luar jari, yang sesuai dengan standart minimal balap sepeda motor nasional.

 

  • Bagi pembalap yang menggunakan kacamata atau google.Tidak disarankan untuk mengikuti balapan khusus Vespa khusus kelas FFA (masalah safety), dimana untuk yang berkacamata disarankan untuk menggantinya dengan contact lens.

 

  • Helmet (disarankan menggunakan Helmet standart FIA – masalah safety)

Wajib menggunakan jenis ‘Full Face’, yang lengkap dengan pelindung mata dari bahan plastic atau sejenis (minimal standart SNI), sesuai dengan standart minimal balap sepeda motor nasional.

 

Pemeriksaan yang dilakukan sebelum acara balap dimulai

  1. Pemeriksaan teknis kendaraan (Scrutineering kendaraan) diusahakan dapat dilaksanakan sebelum balapan berlangsung, terutama untuk pemeriksaan bagian luar motor apakah telah sesuai atau tidak dengan peraturan Kelas yang diikuti (kecuali bagian dalamnya) dengan Ketentuan-ketentuan atau Peraturan yang ditentukan dan tercantum dalam Peraturan tentang Teknik dan Peraturan-peraturan lainnya, meliputi pemeriksaan body, pemeriksaan suspensi dan rem, pemeriksaan mesin bagian luar.

 

 Pemeriksaan yang dilakukan selama acara balapan berlangsung

  1. Bagian Box samping kiri dan kanan jika lepas selama balapan berlangsung, maka kendaraan yang lepas Box nya, wajib untuk berhenti dan memasang kembali Box nya (sanksi diskualifikasi jika ada minimal 3 pembalap yang protes)

 

  1. Knalpot setelah lomba harus dalam keadaan utuh tidak boleh patah atau ada bagian yang hilang. Pelanggaran ini akan di kenakan sanksi diskualifikasi.

 

  1. Pihak panitia perlombaan, dapat melakukan pemeriksaan ulang menyeluruh terhadap semua aspek teknik, terhadap sepeda motor Vespa, jika terjadinya kecelakaan, mencakup semua aspek keamanan dan keselamatan (“Safety”), sanksi scorsing.

 

 

 

Pemeriksaan yang dilakukan setelah acara balapan selesai

  1. Pemeriksaan bagian dalam mesin, wajib dilakukan oleh semua kendaraan peserta yang menjuarai perlombaan, dimana begitu peserta yang menjuarai perlumbaan menyentuh garis finish, wajib diarahkan oleh panitia ke area / zona pemeriksaan kendaraan, yang telah ditentukan oleh panitia .

 

  1. Pemeriksaan hanya dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara. Dan disaksikan oleh 5 orang perwakilan (1 orang dari setiap peserta juara 1 s/d 5).

 

  1. Kendaraan pemenang perlombaan yang tidak bersedia diperiksa bagian dalam mesinnya, dapat dikanakan sanksi diskualifikasi / pembatalan kejuaraan, dan seberat beratnya sanksi skorsing dari panitia lomba.

 

  1. Pelaksanakan pemeriksaan (Scrutineering bagian dalam mesin), bagi pemenang lomba, dilakukan setelah lomba selesai meliputi semua spesifikasi teknik sepeda motor tersebut, dan hanya dilakukan untuk bagian dalam mesin saja. (tidak diperbolehkan melakukan protes untuk bagian luar kendaraan seperti bagian body, suspensi atau hal lainnya yang dapat dilihat sebelum pertandingan dilakukan)

 

  1. PROTES DAN BANDING.
    Hak dan tatacara pengajuan protes dan/atau banding diatur dalam Peraturan Dasar tentang Disiplin dan Peradilan (Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional) atau berdasarkan sepekatan penyelenggara balap motor khusus Vespa atau mengacu pada peraturan no 8 tentang PEMERIKSAAN TEKNIK (SCRUTINEERING), 

Protes harus dilakukan dengan mengajukan secara tertulis, di kertas dan ditanda tangani oleh para pihak yang melakukan protes, selambat lambat nya 30 menit setelah balapan pada kelas yang diprotes selesai.

Dokumen protes wajib menuliskan nama / team yang melakukan protes, hal yang ingin diprotes (maksimum 3 hal yang dicurigai telah dilakukan kecurangan).

Protes tidak dapat diterima jika hanya bersifat lisan.

 

Protes (khusus untuk Vespa 2T) hanya dapat dilakukan jika ada protes minimal 3 pembalap dan atau 3 team balap yang masuk posisi 5 besar, dan masing masing pihak yang protes memberikan uang jaminan Rp. 500.000,- /pembalap kepada panitia penyelenggara (dana digunakan untuk keperluan penggantian biaya bongkar mesin) .

 

Protes (khusus untuk Vespa 4T) hanya dapat dilakukan jika ada protes minimal 3 pembalap dan atau 3 team balap yang masuk posisi 5 besar, dan masing masing pihak yang protes memberikan uang jaminan Rp. 1.000.000,- /pembalap kepada panitia penyelenggara (dana digunakan untuk keperluan penggantian biaya bongkar mesin) .

 

Jika tidak terjadi titik temu dan tidak ada keputusan dari protes yang diajukan, maka keputusan terakhir merupakan keputusan mutlak dan diambil berdasarkan musyawarah hanya 3 org (Ketua Perlombaan, Ketua Panitia, Ketua Team Scrutenering)

Keputusan musyawarah yang diambil harus berdasarkan pada :

  • Azaz musyawarah dan mufakat.
  • Azaz kekeluargaan dan persaudaraan sesama pencinta Scooter
  • Azaz kekeluargaan dan persaudaraan sesama pecinta olahraga balap.
  • Bertujuan untuk kepentingan kemajuan pengembangan (modifikasi dengan biaya yang lebih murah yang diutamakan)
  • Bertujuan untuk kepentingan pembibitan (Pembalap yunior lebih diutamakan)
  • Bertujuan untuk kepentingan pengembangan bengkel modifikasi (Bengkel modifikasi kecil lebih diutamakan)
  • Bertujuan untuk kepentingan keadilan dan semangat juang (peserta dengan lokasi yang terjauh dari circuit tempat dilaksanakan nya perlombaan, yang lebih diutamakan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *